Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 20 Agustus 2017
Bila Setia
PErnahkah malam bosan datang dan pergi, Begitupulah siang
Mengapa waktu tak pernah berpihak pada siapa yang tak pantas, yang seakan teranggap tak tahu apa-apa
Saat Untuk mengharap mutiara yang hadir lantas kacang kulit petani garapan
MEmang kadang saat makan pisang butuh kacang, apalagi pisangnya enak nan suka dicampur kacang-kacangan
NGArap bisa ketemu arjuna disiang hari, pantas yang datang pangeran kodok
Niat malam, ketemu malaikat, pantas yang datang jin yang tertukar
NGingat kicauan burung mawar itu, hati ini terasa lega dan lagi semangat bahwa dia selalu setia menjadi kawanku
(SA)
Temanku...!!!

(Gambar CVG)
Temanku, kau sungguh baik nan lagi selalu gembira bersamaku
Temanku, kau mengapa bersembunyi dibalik hembusan napas ini
Temanku, mengapa kau selalu menjadi penenang ketika jiwa ini sedang gaduh
Temanku, kau mengapa bagaikan angin yang datang menyentuhku namun tak pernah kelihatan
Temanku, kau dimana, kau jahat temanku mengapa kau biarkan rapuh ini menghantuiku
Temanku, apa kamu dengar aku sedang berbicara denganmu lantas mengapa kau tak ada jawabnya juga
Temanku, kau cipta aku lantas kau matikan aku juga, sebenarnya apa maksudmu
Temanku, jangan kau datang saat diri sedang banyak keliru akan seluruh inginmu, karena itu inginku juga
Temanku, pahamilah aku, sadarkan aku bahwa kau selalu bersamaku disetiap aku melintasi waktu.
(SA)
Sudahlah Usah Bawa-bawa isu Radikalisme DiPohuwato
Dengan gencar-gencarnya ada sekelompok orang sok menjadi pahlawan anti Radikal yang datang ke pohuwato membawa-bawa isu radikalisme, ini bahaya karena ada indikasi dapat memecah belah kita dan saling mencurigai, padahal jelas bahwa dipohuwato tak ada ormas yang radikal.
Kalaupun melalukan pencegahan atau pembinaan bukan isu radikalisme yang dibawa-bawa, tapi bagaimana kita selalu bersama menjaga kebersamaan, saling toleransi dalam kebhinekaan antar suku, agama, ras dan budaya.
Sesuai apa yang kita ketahui bahwa masyarakat pohuwato selalu cinta damai, cinta persatuan dan selalu hidup rukun, kalaupun ada masalah yang hadir diselesaikan dengan cara seksama dan bagaimana melalui musyawarah mufakat setiap masalah bisa terselesaikan tanpa ada yang dirugikan dan bagaimana menanamkan kesadaran kewarganeraaan atau nasionalisme selalu dikobarkan dalam semangat perbedaan.
Jika lagi-lagi dan lagi isu radikalisme dibawa-bawa maka akan membuat kita saling mencurigai sesama masyarakat pohuwato, makannya secara pribadi saya beranggapan bahwa isu radikalisme sudahlah dibawa-bawa di pohuwato, sebab kita sama dalam satu rasa, satu nusa, satu bangsa, satu bahasa dan selalu menjujung tinggi impelementasi nilai kepancasilaan dan mencintai kebhinekaan untuk bagaimana menjaga daeah ini dari isu-isu yang hanya akan memecah belah kita, dan kita mulai bagaimana menjaga kebersamaan, melalu selalu belajar, memahami dan mendalami butir-butir pancasila dan komitmen dan harga mati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Secara estetika apabila kata radikalisme selalu diangkat dipermukaan bukan malah menjaga keutuhan malah akan mengundang perpecahan atau pikiran-pikiran negatif dimasyarakat dan dapat berefek negatif bagi perhimpunan, persatuan, kesatuan, kerukunan dan ikatan persaudaraan masyarakat bumi panua daerah paling barat di provinsi gorontalo ini.
STOP BAWA-BAWA ISU RADIKALISME KE POHUWATO
KITA SATU YAKNI BERHIMPUN DITANAH LELUHUR POHUWATO YANG CINTA AKAN ADAT DAN BUDAYA.
Penulis Santo Ali ( Anggota HMI Cabang Pohuwato)
Ketahuilah...!!!
Ketahuilah bukan langit yang jauh darimu, dan bukan kau tak mampu menggapainya, kau tak mampu menggapainya karena kau selalu mengukur sesuatu dan masih ada jarak antara kau dan langit
Yakinilah langit itu dekat bahkan lebih dekat dari pelupuk matamu, maka lihatlah langit itu tak sekedar langit, sebab hanya ruang dan waktu yang membuat jarak itu, maka jangan pernah mengukur sesuatu karena sesuatu, dalamilah dengan penuh kesukaran hati pasti akan kau mampu menggapainya
Rendahkanlah dirimu niscaya kau tak jauh dari langit, dan langit itu tak jauh, langit akan selalu berada dibawahmu, bahkan selalu setia denganmu kapanpun kau ingin menggapainya kau bisa.
(SA)
Sabtu, 29 Juli 2017
Keadilan kau hidup atau mati?
(Keadilan kau hidup atau mati oleh Santo Ali)
Keadilan kau ada dimana adakah kamu didunia tempat bersandiwara ini
Keadilan kamu tahu bahwa masih ada yang tersiksa karenamu karena tak memiliki materi
Keadilan dimanakah kebenaran hari ini kau tegakan kau tunaikan lagi
Keadilan aku rindu olehmu, datang dan memberikan ajab bagi mereka para pengingkar janji
Keadilan kau tahu ngga masih banyak orang ingkar karena tak mengamalkanmu
Keadilan sampaikan pada Tuhanmu bahwa kami ingin dia hadir untukmu
Keadilan jangan hanya diam, bicaralah dan katakan kau adalah yang kami inginmu
Keadilan mengapa kau hanya datang pada orang-orang yang memiliki kelebihan
Keadilan apakah kami bukan manusia yang membutuhkan kepastian
Keadilan jadikan, kau datang pada orang-orang yang mengalami kezaliman
Keadilan, apakah kau dengar, siapa yang selalu kamu dipermainkan
Keadilan, kau tahu apa yang benar dan salah
Keadan, Maka tegakan mana yang khaliq dan zolim
Keadilan, hadirlah bukan saja pada Tuhan, namun pada hakim-hakim
Keadilan, masuklah dalam tubuh para pemangku kepentingan di negeri ini
Keadilan kami rindu akan engkau….!!
(2017/07/28)
Mirisku
(Mirisku oleh Santo Ali)
Kupejamkan mataku saat merinduimu
Ku ikhlaskan rasaku demi mengertimu
Ku pasrahkan inginku saat tak lagi denganmu
Namun semua tiada lagi bersemi karenamu
Karena semua telah berubah rasamu yang dulu
Kini aku baru tahu bahwa hanya mimpi bagiku
Kau bukan lagi diri yang saat itu menginginkanku
Dirimu kini tak bersama dengan dia yang kau suka
Aku bukan lagi siapa-siapa melainkan sahabat biasa
Aku hanyalah teman yang tak akan kemana
Teman yang kau inginkan biasa dan apa adanya
Kebahagiaan yang dulu kini telah berubah menjadi duka
Dukaku yang dulu kini datang kembali menerpa
Suka yang kemarin, kini hanya luka yang tiada akan dilupa
Ku melupakanmu bukan karena ikhlas, tapi tersiksa
Rasamu, rasaku hanya cerita mimpi belaka
Ketabahan itu adalah aku, yang mendiamkannya
Biarlah, asal dirimu tak sedih dan selalu bahagia
Rasa itu akan dikubur bersama luka yang lama
Kini aku tahu, bahwa dimana kau bahagia disitu pula aku bahagia
Tetaplah jadi dirimu yang apa adanya
Jangan lupa jaga imanmu agar Tuhan tidak murka
Jagalah sikapmu agar kau selamat bahagia
Diriku bahagia ketika melihatmu bersamanya
Bahagia, setia, erat dan lagi selalu bersama
(2017/07/28)
Sabtu, 10 Juni 2017
Engkau Tahu, Aku Kamu Tahu
Hei, kau adalah orang yang bukan untuk kali ini dan kesekian kalinya menyangkal pada rasamu yang kini menjadi polemik nurani romantika pada diriku yang dirudung tingginya penantian
Penantian ini pasti suatu saat nanti akan hilang dari permukaan rasaku yang telah kau lempari dengan batu asamara yang kian hanya memberi luka pada rasa bathinku yang kian merasa tersiksa
Bathin dan perasaan ini tak bisa kupaksakan untuk melupakan kau yang oleh kamu telah membuka ribuan lembaran pengharapan namun tak terisi oleh dirimu pada lembaran itu hanya selembar
Keindahan akan dulu saat kau sedang bercumbu dengannya dalam kecakapan bahasamu yang penuh dengan pengharapan itu, dan kini hancur leburlah segalanya akibat ulah perasaanmu yang tak sebisa mungkin menjadikanku orang nyaman buatmu
Mungkin, aku bukan dia yang kau rindukam, namun aku tahu kau rindu akan diriku namun kau malu karena telah mencampakan diriku yang oleh rasa kasih yang tidak terbalaskan.8
Minggu, 21 Mei 2017
Suara Hatinya Yang di Rindukan
Di gemerlap malam ini betapa dinginya saat hujanpun turun di atas tanah ini, disaat aku terlalu berharap akan kamu yang kian tak ada lagi suaramu itu menyapaku
Di saat gelapnya malam ini tiba saat aku butuh cahaya akan seorang penerang hati dan bathin ini kau tak pernah muncul lagi memberikan sapaan dan senyuman itu
Suaranya yang begitu merdu dan senyumannya itu yang dikala itu memberikan sinyal akan sebuah pengharapan kini telah lenyap bersama dengan sandiwara kini
Ketika rasa tak lagi menyentuh qalbunya disitulah aku bingung akan sebuah realita akan perasaan yang kian pasti mau di bawah kemana ujungnya
Sepucuk harapan yang ada kini tak lagi menjadi pengobat dilema akan rasa kasih dan sayang yang di rindukan
Suara hati yang tak lagi memberika respon akan sebuah rasa, kebingunganpun kian datang menghampiri akan jiwa yang butuh orang yang mengasihi dengan sepenuh hati
Bukan yang lebih yang di inginkan, tapi akan pengertian dan kehadirannya yang aku impikan, tak ada yang mampu menggantikannya didalam lubuk hati ini yang kian lagi tiada bernyali karenanya.
Kamis, 18 Mei 2017
Merasa III (Merinduimu) oleh Santo Ali
Rindu, Aku rindu padamu seseorang yang telah mengetuk pintu hati seorang yang meniti beratkan motivasi dan dukunganmu dalam menjalani dinamika kehidupan ini
Tak ada kata untuk tidak merinduinya sebab dialah yang tak mungkin bisa sama dengan yang lain, dia sosok yang anggun lagi ayu bagiku.
Dialah sosok penyejuk hati ini, di mana dan kapanpun jangan kau lupa akan ikatan itu, ikatan yang sementara ini kita bina bersama untuk saling mendukung memotivasi demi kemajuan dan kesuksesan bersama
Tak ada kata menyerah bagi perasaan ini untuk selalu merinduimu, jangan kau biarkan dirimu sendiri tanpa aku disisimu
Di kala aku di dekatmu gapailah aku dan sampaikan bahwa kau takut kehilangan aku, begitupulah sebaliknya aku sangat merinduinya seseorang yang telah mengetuk hati seorang diri yang menantikan keharmonisan yang hakiki.
Jaga dirimu dan perasaanmu dari hambatan dan cobaan yang datang menghampirimu, yakini bahwa hanya dengan saling menjaga kita pasti akan bersama selamanya.
Merasa III (Merinduimu) oleh Santo Ali
Tak ada kata untuk tidak merinduinya sebab dialah yang tak mungkin bisa sama dengan yang lain, dia sosok yang anggun lagi ayu bagiku.
Dialah sosok penyejuk hati ini, di mana dan kapanpun jangan kau lupa akan ikatan itu, ikatan yang sementara ini kita bina bersama untuk saling mendukung memotivasi demi kemajuan dan kesuksesan bersama
Tak ada kata menyerah bagi perasaan ini untuk selalu merinduimu, jangan kau biarkan dirimu sendiri tanpa aku disisimu
Di kala aku di dekatmu gapailah aku dan sampaikan bahwa kau takut kehilangan aku, begitupulah sebaliknya aku sangat merinduinya seseorang yang telah mengetuk hati seorang diri yang menantikan keharmonisan yang hakiki.
Jaga dirimu dan perasaanmu dari hambatan dan cobaan yang datang menghampirimu, yakini bahwa hanya dengan saling menjaga kita pasti akan bersama selamanya.
Merasa III (Merinduimu) oleh Santo Ali
Senin, 15 Mei 2017
Catatan : Untukmu Seorang Yang di Kenang oleh Yandris Towalu
Untukmu Seorang Yang di Kenang oleh Yandris
Jalan cerita hidop terkadang memang berliku, nikmatilah semua yg ada di sekelilingmu Keindahan kekerabatan bahkan ketentraman semua telah menanti senyum canda tawamu...
Langit mulai kecewa dan meneteskan air matannya karena melihat bumi yg tidak seiring dan senada lagi
Gerimis mengundang, sayup angin malam menghembus, butiran tetes air hujan membasahi kalbu merindukan pancaran sinar sang rembulanku yg begitu terang tajam memberi nuwansa indah pada bumi tapi sang rembulan impianku tiada berasinar lagi karna telah di selimuti oleh kegelapan dan ketebalan sang awan hitam
Rindu kalbu ini dengan basuh pancaran sinarmu kapan dikau kembali lagi seperti dulu secerah sang bulan purnama, walaupun qt berbeda pendapat tapi ketahuilah qt tetap saudara
Di balik sebuah kenangan cerita terdapat sebuah senyuman yang terkadang sangat sulit untuk di lupakan.
Jalan cerita hidop terkadang memang berliku, nikmatilah semua yg ada di sekelilingmu Keindahan kekerabatan bahkan ketentraman semua telah menanti senyum canda tawamu...
Langit mulai kecewa dan meneteskan air matannya karena melihat bumi yg tidak seiring dan senada lagi
Gerimis mengundang, sayup angin malam menghembus, butiran tetes air hujan membasahi kalbu merindukan pancaran sinar sang rembulanku yg begitu terang tajam memberi nuwansa indah pada bumi tapi sang rembulan impianku tiada berasinar lagi karna telah di selimuti oleh kegelapan dan ketebalan sang awan hitam
Rindu kalbu ini dengan basuh pancaran sinarmu kapan dikau kembali lagi seperti dulu secerah sang bulan purnama, walaupun qt berbeda pendapat tapi ketahuilah qt tetap saudara
Di balik sebuah kenangan cerita terdapat sebuah senyuman yang terkadang sangat sulit untuk di lupakan.
Terkadang hidup tidak selamanya berjalan lurus pastinya di penghujung hari akan di pertemukan dengan persimpangan yg akan di penuhi dengan keharusan untuk memilih mana jalan terbaik di antara jalan yg tersirat
Yang di takutkan jangan sampai salah memilih jalan yg nantinya akan melahirkan jalan buntuh di dalam menata kehidupan.
Untukmu Seorang Yang di Kenang oleh YandrisCatatan : Untukmu Seorang Yang di Kenang oleh Yandris Towalu
Jalan cerita hidop terkadang memang berliku, nikmatilah semua yg ada di sekelilingmu Keindahan kekerabatan bahkan ketentraman semua telah menanti senyum canda tawamu...
Langit mulai kecewa dan meneteskan air matannya karena melihat bumi yg tidak seiring dan senada lagi
Gerimis mengundang, sayup angin malam menghembus, butiran tetes air hujan membasahi kalbu merindukan pancaran sinar sang rembulanku yg begitu terang tajam memberi nuwansa indah pada bumi tapi sang rembulan impianku tiada berasinar lagi karna telah di selimuti oleh kegelapan dan ketebalan sang awan hitam
Rindu kalbu ini dengan basuh pancaran sinarmu kapan dikau kembali lagi seperti dulu secerah sang bulan purnama, walaupun qt berbeda pendapat tapi ketahuilah qt tetap saudara
Di balik sebuah kenangan cerita terdapat sebuah senyuman yang terkadang sangat sulit untuk di lupakan.
Jalan cerita hidop terkadang memang berliku, nikmatilah semua yg ada di sekelilingmu Keindahan kekerabatan bahkan ketentraman semua telah menanti senyum canda tawamu...
Langit mulai kecewa dan meneteskan air matannya karena melihat bumi yg tidak seiring dan senada lagi
Gerimis mengundang, sayup angin malam menghembus, butiran tetes air hujan membasahi kalbu merindukan pancaran sinar sang rembulanku yg begitu terang tajam memberi nuwansa indah pada bumi tapi sang rembulan impianku tiada berasinar lagi karna telah di selimuti oleh kegelapan dan ketebalan sang awan hitam
Rindu kalbu ini dengan basuh pancaran sinarmu kapan dikau kembali lagi seperti dulu secerah sang bulan purnama, walaupun qt berbeda pendapat tapi ketahuilah qt tetap saudara
Di balik sebuah kenangan cerita terdapat sebuah senyuman yang terkadang sangat sulit untuk di lupakan.
Terkadang hidup tidak selamanya berjalan lurus pastinya di penghujung hari akan di pertemukan dengan persimpangan yg akan di penuhi dengan keharusan untuk memilih mana jalan terbaik di antara jalan yg tersirat
Yang di takutkan jangan sampai salah memilih jalan yg nantinya akan melahirkan jalan buntuh di dalam menata kehidupan.
Untukmu Seorang Yang di Kenang oleh YandrisCatatan : Untukmu Seorang Yang di Kenang oleh Yandris Towalu
MERASA II (Kau dan Aku Satu Rasa Dalam Kepastian) oleh Santo Ali
MERASA II (Kau dan Aku Satu Rasa Dalam Kepastian) oleh Santo Ali
Tak kala diri ini yakin akan sebuah perasaan itu bahwa kau datang bukan hanya memberi seribu harapan tapi berjuta-juta harapan bahkan mungkin tiada batasannya.
Ketika kata demi kata tertulis indah dalam sebuah kalimat akan sebuah kata perasaan yang mendalam akan hal yang akan dijadikan semangat dalam kehidupan ini hingga akhir hayat.
Ketika suara tak lagi menjadi suatu yang berlebihan, maka tulisan ini yang menjadi penenang akan harapan yang mungkin akan kau gantungkan pada seorang diri yang sangat berharap akan kepastian halnya keromantisan.
Ketika saat itu datang, maka jangan kau diam dan tak memberi kepastian akan sebuah rasa yang akan kita jalankan selama tak ada rintangan kita akan selau bersama dikala suka maupun duka.
Kau yang telah menjadi warna dalam kehidhpan ini, jangan kau goreskan walau sedikitpun akan hati seorang diri yang kian terlalu mendalam akan sebuah rasa yang kita telah persaksikan dilubuk hati yang paling dalam yang hanya Tuhan mengetahuinya.
Harapan akan sebuah rasa yang akan selalu menjadi ikhiar bagiku sang pengidola dan pengasih dan penyayangmu layaknya bahwa Tuhan itu mahas pengasih dan penyayang
Kau yang telah memberikan jawaban akan sebuah rasa ini, jangan kau patahkan, jangan kau sia-siakan, jangan kau kesalkan, jangan kau bingungkan, jangan kau dustakab serta jangan kau kecewakan diri ini yang telah dilanda asmara yang kian di Doakan semoga Abadi Selamanya.
Kau adalah aku, Aku adalah kamu maka kamu dan aku satu dalam rasa yakni kesetiaan dan kenyamanan.
Keyakinan akan sebuah keromantisan yang itu akan menjadi kisah diantara kita berdua hari ini, esok, lusa bahkan selamanya hingga akhir hayat memisahkan kita.
Doa demi doa selalu terhaturkan agar kisah kita direstui Tuhan, yang itu dari mimpi hingga menjadi kenyataan.
Inginku hanya ini Kau dan Aku Satu Rasa Dalam Kepastian.
MERASA II (Kau dan Aku Satu Rasa Dalam Kepastian) oleh Santo Ali
MERASA II (Kau dan Aku Satu Rasa Dalam Kepastian) oleh Santo Ali
Kamis, 11 Mei 2017
(Goresan_Ku) Ingkar Janji
Satu hal yang tak bisa terlupakan bila janji itu itu diingkari, maka balasannya rendah hati, bila itu kata dari nurani mungkin tak akan ada yang tersakiti
Janji itu tak seindah menerima hasil, Janji itu tak seindah kata-kata yang manis yang ternyata tak berisi, kalaupun berisi (ya) hanya pahit dan basi
Bila Janji itu tak ditepati suatu saat nanti akan ada yang menghakimi, yakni Ilahi sang pencipta makhluk yang suci sebagaimana itu dalam kitab suci
Kukunci kata ini dengan penuh rendah diri dan rendah hati bahwa iri tiada berarti, dengki bukan solusi, marah tak berguna lagi, maka cukup menanti karma itu pasti akan menghampiri bagi insani yang sering mengingkari janji yang manis tapi tidak ditepati.
#MelawanLupa
By (Santo Ali)
Selasa, 09 Mei 2017
Duri Keharmonisan yang Memberi Sengenggam Pengharapan
oleh Santo Ali
Ketika seseorang telah datang seorang kau yang kian lama aku harapkan, kau datang memberi segenap harapan dan buah cinta yang akan kita jalin untuk selamanya
Tampak penilaian telah sirna akan sebuah keharmonisan yang diharapkan mampu memberikan kenyamanan kini hanya memberi pengharapan palsu, yang diselimuti oleh pahitnya kata-kata yang begitu manis dan sangat sulit untuk di rasakan ketidakpastiannya
Waktu yang harusnya sudah digunakan untuk mengklaim akan sebuah rasa keserasian antara kau dan aku, kini hanya mimpi dan serbuk cinta yang hanya meninggalkan bekas-bekas luka cinta lama yang sangat sama dan bahkan tak perbedaannya dengan cinta yang sebelumnya
Tak kala waktu itu bisa diputar ulang aku ingin kau tak pernah hadir dalam diri seorang yang merindukan kepastian akan sebuah pengharapan pada sebuah kebahagiaan yang kian tak hanya memberikan sebuah rasa kegelisahan dan kekecawaan akan tetapi memberikan secuil benih harapan yang akan ditanam di ladang yang begitu luas dan tumbuh sumbur memberi manfaat bagi kedua bela pihak.
Sungguh tak ingin lagi aku lagi bermimpi untuk mendapatkannuya sebab ia yang terlalu diharapkan ternyata hanya menumbuhkembangkan duri cinta yang begitu banyak yang sangat sulit untuk dilepaskan dari diri yang mungkin cepat memaafkan tapi tidak sama halnya dengan melupakannya, melupakan ikrar dan janji untuk selalu bersama.
Suatu hal yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran adalah ketika duri cinta itu mengajarkan aku artinya sebuah perjuangan bahwa tak mudah untuk mencapai hal itu dapat dipertahankan dan dijalin sampai waktu yang dapat memisahkannya sampai tubuh ini menjadi debu.
Duri Keharmonisan yang Memberi Sengenggam Pengharapan
Saat Aku Membaca Beranda Di Facebook
Saat Aku Membaca Beranda Di Facebook
Aktivitasku tak akan pernah aku abaikan dari menjaga tempat pusat peradaban calon cendekiawan itu hingga sampai nongkrong diwarung kopi
Dari menulis yang kritisme hingga menulis yang romantisme, akan tetapi ada satu hal yang unik, mengapa disaat aku membuka salah satu media sosial (facebook) di berandaku yang lebih muncul itu adalah pemberitahuan tentang apa yang kau kirimkan di akun facebookmu
Ingin aku sapa, ingin aku memberikan salam, tapi itu tak mudah, aku terus melakukan beranda lagi-lagi kau yang lebih dulu muncul di dinding perbaharuan facebookku
Hanya dengan menyukainya setiap statusmu aku bisa melepas rasa penasaran akan dirimu yang tak lebih dekat aku kenal, dan memang dirimu saat ini masih bersama dengan orang kau pilih menjadi dambaan dan sandaranmu entah dia sudah memiliki visi atau tidak denganmu, itulah privasimu.
(Gub Santo Ali)
Saat Aku Membaca Beranda Di Facebook
Aktivitasku tak akan pernah aku abaikan dari menjaga tempat pusat peradaban calon cendekiawan itu hingga sampai nongkrong diwarung kopi
Dari menulis yang kritisme hingga menulis yang romantisme, akan tetapi ada satu hal yang unik, mengapa disaat aku membuka salah satu media sosial (facebook) di berandaku yang lebih muncul itu adalah pemberitahuan tentang apa yang kau kirimkan di akun facebookmu
Ingin aku sapa, ingin aku memberikan salam, tapi itu tak mudah, aku terus melakukan beranda lagi-lagi kau yang lebih dulu muncul di dinding perbaharuan facebookku
Hanya dengan menyukainya setiap statusmu aku bisa melepas rasa penasaran akan dirimu yang tak lebih dekat aku kenal, dan memang dirimu saat ini masih bersama dengan orang kau pilih menjadi dambaan dan sandaranmu entah dia sudah memiliki visi atau tidak denganmu, itulah privasimu.
(Gub Santo Ali)
Saat Aku Membaca Beranda Di Facebook
Pandangan Pertama Sang Bidadari Dunia Yang Datang Bukan di Waktu yang Tepat
Sebuah kemustahilan akan kuasa Tuhan sang pemberi cinta kepada setiap insan manusia yang itu telah ditakdirkan untuk berpasang-pasangan baik didunia yang sementara dan pana ini, serta diakhirat kelak yang lagi kekal abadi
Telah lama hati ini terdiam diri dalam hal cinta yang sering kata sebagian orang bahwa cintalah yang akan dapat merubah orang dari lemah menjadi kuat, dari sengsara menjadi bahagia, dari susah menjadi senang, cinta pula dapat merubah dunia ini yang mungkin layak di tempati bahkan terasa tak sudi lagi kita hidup didunia yang penuh dengan sandiwara ini
Dikala itu diri yang tersimpu kegelisahan kau datang dengan tiba-tiba dihadapanku, waktu itu begitu singkat kau dan aku melakukann pertemuan perdana, yang kalau orang bilang rasa pada pandangan pertama itu adalah suatu hal yang pasti akan memberikan segudang pengharapan akan yang namamya kebahagiaan
Tak ada luka yang tak akan sembuh, namun luka itu meski sudah sembuh dari rasa sakitnya namum bekasnya tetaplah ada dan terlihat, kau yang saat ini masih bersimpu keharmonisan denga orang lain jagalah dirimu dan ya
kinkan aku bahwa kau tak akan datang dalam kehidupannku, jikalau kau datang hanya akan memberi luka janganlah kau datang, akan tetapi bila kau datang untuk memberi segudang pengharapan yang pasti datanglah dimana saat itu aku dan kau sama-sama untuk mengikat tali yang hanya kita dan tuhan yang dapat melepasknya yakni tali visi berkehidupan bersama yang itu bukan sesaat tapi selamanya
Dia yang saat ini masih bersamamu janganlah kau sia-siakan, jaga dan rawatlah keharmonisan kau dan dia, akan tetapi apabila dia memberi kau luka kekecawaan janganlah kau diam dan berpasrah diri yakinilah Tuhan sudah mengatur akan hadir orang terbaik untukmu yang entah itu apa aku atau orang lain, intinya pengharapan ini janganlah kau sia-siakan karena waktu tidak berdiam diri dan kesempatan itu tak akan datang berkali-kali serta penyesalaj tak akan datang lebih dulu akan tetapi ia akan datang pada waktu dimana setelaynya semua terjadi
Pandangan pertama memang sulit dilupakan akan tetapi melihat kebahagiaan orang yang kita idolakan dan idamkan bahagia dengan orang lain itu suatu hak yang tak ada tandingan dan terkalahkan oleh apapun dalam hal keharmonisan akan sebuah yang namanya kasih dan sayang, mengasihi dan menyayangilah diantara kau berdua dan jangalah ada luka dan kekecawaan diantara kalian yakinilah doa terbaik selalu menyertai kau yang datang tiba-tiba dan memberikan pengharapan pandangan pertama, itu pandangan sang bidadari yang datang bukan diwaktu yang tepat.
By (Santo Ali)
Pandangan Pertama Sang Bidadari Dunia Yang Datang Bukan di Waktu yang Tepat
Telah lama hati ini terdiam diri dalam hal cinta yang sering kata sebagian orang bahwa cintalah yang akan dapat merubah orang dari lemah menjadi kuat, dari sengsara menjadi bahagia, dari susah menjadi senang, cinta pula dapat merubah dunia ini yang mungkin layak di tempati bahkan terasa tak sudi lagi kita hidup didunia yang penuh dengan sandiwara ini
Dikala itu diri yang tersimpu kegelisahan kau datang dengan tiba-tiba dihadapanku, waktu itu begitu singkat kau dan aku melakukann pertemuan perdana, yang kalau orang bilang rasa pada pandangan pertama itu adalah suatu hal yang pasti akan memberikan segudang pengharapan akan yang namamya kebahagiaan
Tak ada luka yang tak akan sembuh, namun luka itu meski sudah sembuh dari rasa sakitnya namum bekasnya tetaplah ada dan terlihat, kau yang saat ini masih bersimpu keharmonisan denga orang lain jagalah dirimu dan ya
Dia yang saat ini masih bersamamu janganlah kau sia-siakan, jaga dan rawatlah keharmonisan kau dan dia, akan tetapi apabila dia memberi kau luka kekecawaan janganlah kau diam dan berpasrah diri yakinilah Tuhan sudah mengatur akan hadir orang terbaik untukmu yang entah itu apa aku atau orang lain, intinya pengharapan ini janganlah kau sia-siakan karena waktu tidak berdiam diri dan kesempatan itu tak akan datang berkali-kali serta penyesalaj tak akan datang lebih dulu akan tetapi ia akan datang pada waktu dimana setelaynya semua terjadi
Pandangan pertama memang sulit dilupakan akan tetapi melihat kebahagiaan orang yang kita idolakan dan idamkan bahagia dengan orang lain itu suatu hak yang tak ada tandingan dan terkalahkan oleh apapun dalam hal keharmonisan akan sebuah yang namanya kasih dan sayang, mengasihi dan menyayangilah diantara kau berdua dan jangalah ada luka dan kekecawaan diantara kalian yakinilah doa terbaik selalu menyertai kau yang datang tiba-tiba dan memberikan pengharapan pandangan pertama, itu pandangan sang bidadari yang datang bukan diwaktu yang tepat.
By (Santo Ali)
Pandangan Pertama Sang Bidadari Dunia Yang Datang Bukan di Waktu yang Tepat
PERSPEKTIF : Segan Boleh, Jangan Takut Lawan Keserakahan Pemimpin
PERSPEKTIF : Segan Boleh, Jangan Takut Lawan Keserakahan Pemimpin oleh Santo Ali
Mengapa harus bertuhan pada kekuasaan? selama kita mampu berkreatifas sendiri dengan kelebihan kecil atau sedikit yang kita miliki yang itu orang lain belum memilikinya dan mampu menjadi modal dalam terpaan hidup keseharian kita.
Kekuasaan bukan suatu hal yang mutlak yang harus di jadikan sesembahan kedua setelah Tuhan. Kejelasan atau kebenaran itu itu sudah jelas dalam firman-Nya Sang Illahi Rabbi (Baca. Qs. Al-Ikhlas)
Bukan berarti kita harus anti kekuasaan atau benci akan kekuasaan sebab dari kekuasaan itulah kita harus berkreasi bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang Bijak, Ikhlas, dan bertangggungjawab atas apa yang diamanahkan pada kita serta jujur dan Adil demi mencapai ridha Tuham Yang Maha Esa Allah SWT.
Manusia tak ada yang suci dan bebas dan kesalahan maupun dosa didunia ini , namun alangkah eleganya bila melalui tulisan ini kita berbagi Ilmu Pengetahuan.
Kekuasaan bukanlah landasan untuk kita menjadi angkuh, serakah, zolim dan tidak menghargai lagi sesama bagi mereka kaum tertindas (kaum mustadafin)
Satu hal yang unik dalam perspektif kekuasaan, kekuasaan diciptakan oleh Tuhan untuk mengatur segala aktivitas kita dalam hal kepemimpinan yang itu sesuai dengan nilai-nilai norma, etika dan moral yang diakui secara universality oleh kebanyakan orang dan para pemangku kekuasaan itu harus merakyat atau berpihak pada kaum bawah, untuk mencapai ridha dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT.
Tuhan adalah yang maha kuasa dan kekuasaan-Nyalah yang perlu kita Imani bersama bukan tuhan-tuhan kekuasaan yang sering menjelma wajah malaikat namun berhati iblis, ibarat seorang penjahat yang menyamar menjadi seorang so alim itu gampang.
Tarik ulur yang sering kita temui adalah banyaknya para penyembah berhala yang berdasi dan berselimt akan hak dan kekuasaannya yang sering dan mungkin terindikasi sering menghamba pada mereka, comtoh penguasa di kehidupan kita contoh mahasiswa mempertuhankan dosen karena selalu bergantung pada dosen tersebut kalau bukan dosen kita tidak akan dapat nilai baik, Karyawan Perusahaan takut Bosnya untuk melawan kebijakan yang memang itu sesuai hati nurani bertolak-belakang mengapa? jawabanya karena takut tidak dapat gaji, ump yang tinggi, atau bahkan takut dipecat bahkan takut menjadi orang yang akan berjejer dengan mereka rakyat jelata, contoh lain Birokrat bawahan takut kepada penguasa karena takut di turunkan jabatan nonjob atau bahkan takut kehilangan gelar ASN-Nya serta membiarkan kemungkaran serta kezaliman meski itu berdampak pada sesama sausarannya, kawannya, lingkungannya, berdampak besar generasi penerus anak cucu atau bahkan akan membuat kehancuran yang tak terlihat tapi dapat dirasakan oleh hati nuraninya yang paling dalam.
Harus kita pahami bersama bahwa tiga hal yang sudah Tuhan tentukan didunia ini Yakni Kematian, Rejeki dan Jodoh, lalu mengapa kita harus pada hal diatas? mengapa orang lebih takut kepada penguasa dibanding Tuhan dan bahkan Takut pada Dirinya bahwa sebagai ia seorang pemimpin bagi dirinya sendiri, bukankah penguasa berkuasa itu karena kekuasaan Tuhan yang mengangkat derajatnya karena
Mungkin kedekatanya dengan anggota/atau lapisan kecil masyarakat, rajin beribadah, banyak sedekah karena memiliki harta yang mempuni meski itu harta dari penyokongnya dari belakang layar sehingga ia menjadi penguasa bagi segelintir atau sekelompok orang yang itu harus benar-benar mewujudkan mimpi dan cita demi kemajuan bersama.
Mohon maaf mengapa penulis lebih mengambil kata penguasa menjadi acuan atau topik pembahasan kali ini karena memang selama ini kita tidak banyak menemukan pemimpin yang benar-benar menjadi harapan banyak orang, dan atau ia tidak paham betul tentang bagaimanakah hakikat pemimpin yang sebenarnya, hari ini lebih banyak seorang pemimpin yang serakah, gegabah bahkan zolim katakanlah lebih banyak mengambil langkah mengambil atau memutuskan kebijakan yang itu secara sepihak dan jauh dengan cara yang dihasilkan melalui deinfrormasi persuasif dan bahkan jauh dari hasil musyawarah mufakat atau hanya diputuskan melalui orang-orang terdekat dan kepercayaannya saja yang itu tidak disadari mereka adalah penjilat panta penguasa karena takut kehilangan atau tidak dapat bagian dari kue kehidupan.
Berdasar pada uraian singkat diatas penulis mengajak dirinya sendiri dan kita semua harus kembali merenung bahwa kepemimpinan, kekuasaan, jabatan, pangkat, harta, keluarga dan bahkan kita sendiri yang mungkin sedang terobsesi dengan kelibuhan yang kita miliki, saling mengingatkan semuanya pasti akan musnah, lalu mengapa kita selalu angkuh dengan apa yang kita miliki saat ini, mengapa kita terdiam saat melihat ketidakbenaran terjadi dilingkungan kita, ataukah kita memang tercipta sebagai penakut? jelas tidak sebab kita dilahirkan bukan untuk menjadi penakut dan atau kacung-kacung kekuasaan, sekelompok elit political, atau bahkan menjadi kacung diri sendiripun kita tidak mau, maksudnya kacung hawa napsu.
Dan oleh sebab itu bahwa suatu hal yang harus kita kobarkan dengan semangat juang yang besar yakni melawan kesewenang-wenangan, melawan pembodohan, melawan pengacungan, melawan kezaliman, serta melawan tirani kekuasaan yang semena-mena serta atokratis dan borjuisme, otoriterisme, dan radikalisme akan paham kekuasaan yang melekat pada diri penguasa yang membuat kesewenang-wenangan serta penjoliman secara sistematis dan tersturuktur.
Bukankah lebih baik menumbangkan satu orang yang zalim dari pada membiarkan orang banyak apalagi kaum mustadafin (kaum tertindas terbodohi atau terzolimi dengan hal yang itu menjanjikan secara dinamis tapi tidak mencerdaskan secara jauh dari nilai-nilai universal atau demokratis, komprehenship, analitis serta berpihak pada kaum.
Itulah yang namanya diantara Pemimpin Yang Berkuasa atau Penguasa Yang Terpimpin
Sedikit pesan bagi pembaca :
"Manusia terlahir dalam keadaan fitrah (suci) dari peninadasan, kacungan, dan bersih dari yang namanya dosa manusia diciptakan karena ingin Allah menguji kita dengan memberi kehendak melakukan apapun didunia ini baik itu keburukan maupun atau kebaikan, Baik itu Kesalahan Ataupun Kebenaran, dan harus melawan perbuatan keji dan munkar serta menegakan keadilan, memperjuangkan keberpihakan pada kebenenaran (Hanif) dan serta bekerja , berbuat semata-mata demi mencapai yang namanya keselamatan dunia dan akhirat dan harus kembali dalam keadaan jiwa tenang kepada sang maha pencipta Allah SWT pemberi Ilmu dan Pengetahuan bagi setiap insan manusia sesuai dengan kadarnya."
Demikian apabila ada kata-kata yang salah atau menyinggung mohon dimaafkan, kebenaran itu datangnya dari Allah dan Kesalahan datanya dari diri saya sendiri, apabila Ada yang bisa diambil kebenarannya silahkan dan segala bentuk kesalahan atau ada yang nenyinggung ini hanyalah eksepresi atau persepsi dari penulis akan menantapkan jiwa literasi demi mengabadikan Ilmu yang sedikit ini dalam bentuk tulisan yang mungkin masih banyak kekurangan didalamnya.
(Selasa, 09 Mei 2017)
Billahutaufik Walhidayah
Wassalamu'alaikum Wr.Wb
Salam
By Santo Ali kader hijau hitam pohuwato
PERSPEKTIF : Segan Boleh, Jangan Takut Lawan Keserakahan Pemimpin
Mengapa harus bertuhan pada kekuasaan? selama kita mampu berkreatifas sendiri dengan kelebihan kecil atau sedikit yang kita miliki yang itu orang lain belum memilikinya dan mampu menjadi modal dalam terpaan hidup keseharian kita.
Kekuasaan bukan suatu hal yang mutlak yang harus di jadikan sesembahan kedua setelah Tuhan. Kejelasan atau kebenaran itu itu sudah jelas dalam firman-Nya Sang Illahi Rabbi (Baca. Qs. Al-Ikhlas)
Bukan berarti kita harus anti kekuasaan atau benci akan kekuasaan sebab dari kekuasaan itulah kita harus berkreasi bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang Bijak, Ikhlas, dan bertangggungjawab atas apa yang diamanahkan pada kita serta jujur dan Adil demi mencapai ridha Tuham Yang Maha Esa Allah SWT.
Manusia tak ada yang suci dan bebas dan kesalahan maupun dosa didunia ini , namun alangkah eleganya bila melalui tulisan ini kita berbagi Ilmu Pengetahuan.
Kekuasaan bukanlah landasan untuk kita menjadi angkuh, serakah, zolim dan tidak menghargai lagi sesama bagi mereka kaum tertindas (kaum mustadafin)
Satu hal yang unik dalam perspektif kekuasaan, kekuasaan diciptakan oleh Tuhan untuk mengatur segala aktivitas kita dalam hal kepemimpinan yang itu sesuai dengan nilai-nilai norma, etika dan moral yang diakui secara universality oleh kebanyakan orang dan para pemangku kekuasaan itu harus merakyat atau berpihak pada kaum bawah, untuk mencapai ridha dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT.
Tuhan adalah yang maha kuasa dan kekuasaan-Nyalah yang perlu kita Imani bersama bukan tuhan-tuhan kekuasaan yang sering menjelma wajah malaikat namun berhati iblis, ibarat seorang penjahat yang menyamar menjadi seorang so alim itu gampang.
Tarik ulur yang sering kita temui adalah banyaknya para penyembah berhala yang berdasi dan berselimt akan hak dan kekuasaannya yang sering dan mungkin terindikasi sering menghamba pada mereka, comtoh penguasa di kehidupan kita contoh mahasiswa mempertuhankan dosen karena selalu bergantung pada dosen tersebut kalau bukan dosen kita tidak akan dapat nilai baik, Karyawan Perusahaan takut Bosnya untuk melawan kebijakan yang memang itu sesuai hati nurani bertolak-belakang mengapa? jawabanya karena takut tidak dapat gaji, ump yang tinggi, atau bahkan takut dipecat bahkan takut menjadi orang yang akan berjejer dengan mereka rakyat jelata, contoh lain Birokrat bawahan takut kepada penguasa karena takut di turunkan jabatan nonjob atau bahkan takut kehilangan gelar ASN-Nya serta membiarkan kemungkaran serta kezaliman meski itu berdampak pada sesama sausarannya, kawannya, lingkungannya, berdampak besar generasi penerus anak cucu atau bahkan akan membuat kehancuran yang tak terlihat tapi dapat dirasakan oleh hati nuraninya yang paling dalam.
Harus kita pahami bersama bahwa tiga hal yang sudah Tuhan tentukan didunia ini Yakni Kematian, Rejeki dan Jodoh, lalu mengapa kita harus pada hal diatas? mengapa orang lebih takut kepada penguasa dibanding Tuhan dan bahkan Takut pada Dirinya bahwa sebagai ia seorang pemimpin bagi dirinya sendiri, bukankah penguasa berkuasa itu karena kekuasaan Tuhan yang mengangkat derajatnya karena
Mungkin kedekatanya dengan anggota/atau lapisan kecil masyarakat, rajin beribadah, banyak sedekah karena memiliki harta yang mempuni meski itu harta dari penyokongnya dari belakang layar sehingga ia menjadi penguasa bagi segelintir atau sekelompok orang yang itu harus benar-benar mewujudkan mimpi dan cita demi kemajuan bersama.
Mohon maaf mengapa penulis lebih mengambil kata penguasa menjadi acuan atau topik pembahasan kali ini karena memang selama ini kita tidak banyak menemukan pemimpin yang benar-benar menjadi harapan banyak orang, dan atau ia tidak paham betul tentang bagaimanakah hakikat pemimpin yang sebenarnya, hari ini lebih banyak seorang pemimpin yang serakah, gegabah bahkan zolim katakanlah lebih banyak mengambil langkah mengambil atau memutuskan kebijakan yang itu secara sepihak dan jauh dengan cara yang dihasilkan melalui deinfrormasi persuasif dan bahkan jauh dari hasil musyawarah mufakat atau hanya diputuskan melalui orang-orang terdekat dan kepercayaannya saja yang itu tidak disadari mereka adalah penjilat panta penguasa karena takut kehilangan atau tidak dapat bagian dari kue kehidupan.
Berdasar pada uraian singkat diatas penulis mengajak dirinya sendiri dan kita semua harus kembali merenung bahwa kepemimpinan, kekuasaan, jabatan, pangkat, harta, keluarga dan bahkan kita sendiri yang mungkin sedang terobsesi dengan kelibuhan yang kita miliki, saling mengingatkan semuanya pasti akan musnah, lalu mengapa kita selalu angkuh dengan apa yang kita miliki saat ini, mengapa kita terdiam saat melihat ketidakbenaran terjadi dilingkungan kita, ataukah kita memang tercipta sebagai penakut? jelas tidak sebab kita dilahirkan bukan untuk menjadi penakut dan atau kacung-kacung kekuasaan, sekelompok elit political, atau bahkan menjadi kacung diri sendiripun kita tidak mau, maksudnya kacung hawa napsu.
Dan oleh sebab itu bahwa suatu hal yang harus kita kobarkan dengan semangat juang yang besar yakni melawan kesewenang-wenangan, melawan pembodohan, melawan pengacungan, melawan kezaliman, serta melawan tirani kekuasaan yang semena-mena serta atokratis dan borjuisme, otoriterisme, dan radikalisme akan paham kekuasaan yang melekat pada diri penguasa yang membuat kesewenang-wenangan serta penjoliman secara sistematis dan tersturuktur.
Bukankah lebih baik menumbangkan satu orang yang zalim dari pada membiarkan orang banyak apalagi kaum mustadafin (kaum tertindas terbodohi atau terzolimi dengan hal yang itu menjanjikan secara dinamis tapi tidak mencerdaskan secara jauh dari nilai-nilai universal atau demokratis, komprehenship, analitis serta berpihak pada kaum.
Itulah yang namanya diantara Pemimpin Yang Berkuasa atau Penguasa Yang Terpimpin
Sedikit pesan bagi pembaca :
"Manusia terlahir dalam keadaan fitrah (suci) dari peninadasan, kacungan, dan bersih dari yang namanya dosa manusia diciptakan karena ingin Allah menguji kita dengan memberi kehendak melakukan apapun didunia ini baik itu keburukan maupun atau kebaikan, Baik itu Kesalahan Ataupun Kebenaran, dan harus melawan perbuatan keji dan munkar serta menegakan keadilan, memperjuangkan keberpihakan pada kebenenaran (Hanif) dan serta bekerja , berbuat semata-mata demi mencapai yang namanya keselamatan dunia dan akhirat dan harus kembali dalam keadaan jiwa tenang kepada sang maha pencipta Allah SWT pemberi Ilmu dan Pengetahuan bagi setiap insan manusia sesuai dengan kadarnya."
Demikian apabila ada kata-kata yang salah atau menyinggung mohon dimaafkan, kebenaran itu datangnya dari Allah dan Kesalahan datanya dari diri saya sendiri, apabila Ada yang bisa diambil kebenarannya silahkan dan segala bentuk kesalahan atau ada yang nenyinggung ini hanyalah eksepresi atau persepsi dari penulis akan menantapkan jiwa literasi demi mengabadikan Ilmu yang sedikit ini dalam bentuk tulisan yang mungkin masih banyak kekurangan didalamnya.
(Selasa, 09 Mei 2017)
Billahutaufik Walhidayah
Wassalamu'alaikum Wr.Wb
Salam
By Santo Ali kader hijau hitam pohuwato
PERSPEKTIF : Segan Boleh, Jangan Takut Lawan Keserakahan Pemimpin
Senin, 08 Mei 2017
No Litled
No Litled
Not titled
Berdasar pada kesadaran akan halnya sebuah pengabdian kepada masyarakat yang itu adalah masyarakat kecil yang hanya ingin mendapatkan perhatian dari sekelompok pemangku kepentingan di negeri ini.
Keheranan demi keheranan menghantui pikiran seorang diri yang kian selalu dihantui oleh rasa bersalah karena belum mampu menjadi yang terbaik bagi masyarakat disekitar yang mirisnya lagi ketika menyaksikan para pejabat, para wakil rakyat hanya memusingkan persoalan kebijakan yang katanya untuk rakyat akan tetapi impelementasinya jauh dari harapan yang sebenarnya.
Kenaifan para mantan aktivis yang dulunya berteriak tentang yang namanya kebenaran akan tetapi hari ini tiada lain dan bukan mereka menjadi bagian dari para penindas dan hanya mementingkan kepentingan individu dan kelompoknya itu saja.
Suara dentunan micropon dikala waktu aktivis hanya menjadi sampah yang berbau dan percikannya terkena pada rakyat yang kini kebingungan entah siapa lagi yang harus dipercaya dinegeri ini.
Mau kaum tua, kaum muda hanya berfikir masalah gimana esok harinya bisa makan termarjinalkan dan tersisikan akibat kepandangentengan para penguasa dan pemangku kepentingan dinegeri ini.
Penulis hanya bisa berdoa kepada Allah semoga kita selalu diberi jalan akan kebenaran dan tetap berada pada garis yang lurus garis yang diridhoi Allah SWT.
Coretan : Ini harapan atau Kegelisahan Terselubung?
Seuntai harapan telah sirna ditelan oleh berjalannya waktu, kekuatan harmonisasi itu kini telah pudar dari jiwa seorang manusia yang tak luput dari salah dan khilaf.
Suasana memang terasa gundah saat semua harapan itu hilang dari diri ini, terasa dunia ini sempit tampa ada ruang untuk bisa berbagi rasa dengan sang pengetuk hati seorang diri.
Kalau saja harapan itu bangkit kembali, perjanjian dan persaksian yang dipersembahkan buat sang pengetuk hati seorang diri yang entah keberadaanya dimana ataukah telah hilang dan bahkan tak akan ada lagi mendekat dan mendekapi jiwa yang dilanda rindu dan kepiluan ini
Kurasakan memang betapa sulitnya kehilangan harapan itu, tinggalah satu harapan yang tersisa yakni Tawakal dan Ikhtiar akan Takdir Hidup akan telah hilangnya pengharapan seorang diri yang sedang dilanda penantian yang mungkin akan berkepanjangan
Harapannya sih, bila sang pengetuk hati seorang diri itu hadir, tak ada lagi rasa kekecewaan dan kegelisahan ini yang selalu didoakan agar segera berakhir.
Oh Tuhan..!! Dosa Apakah Aku sang perindu akan harapan dekapan sang pengetuk hati seorang diri ini.
Oh Tuhan...!! Tuliskan pada penamu dia yang aku harapkan agar segera kau dekatkan dengan jiwa yang sedang dilanda kerindungan yang terselubung ini.
(Gub Santo Ali)
Coretan : Ini harapan atau Kegelisahan Terselubung?
Suasana memang terasa gundah saat semua harapan itu hilang dari diri ini, terasa dunia ini sempit tampa ada ruang untuk bisa berbagi rasa dengan sang pengetuk hati seorang diri.
Kalau saja harapan itu bangkit kembali, perjanjian dan persaksian yang dipersembahkan buat sang pengetuk hati seorang diri yang entah keberadaanya dimana ataukah telah hilang dan bahkan tak akan ada lagi mendekat dan mendekapi jiwa yang dilanda rindu dan kepiluan ini
Kurasakan memang betapa sulitnya kehilangan harapan itu, tinggalah satu harapan yang tersisa yakni Tawakal dan Ikhtiar akan Takdir Hidup akan telah hilangnya pengharapan seorang diri yang sedang dilanda penantian yang mungkin akan berkepanjangan
Harapannya sih, bila sang pengetuk hati seorang diri itu hadir, tak ada lagi rasa kekecewaan dan kegelisahan ini yang selalu didoakan agar segera berakhir.
Oh Tuhan..!! Dosa Apakah Aku sang perindu akan harapan dekapan sang pengetuk hati seorang diri ini.
Oh Tuhan...!! Tuliskan pada penamu dia yang aku harapkan agar segera kau dekatkan dengan jiwa yang sedang dilanda kerindungan yang terselubung ini.
(Gub Santo Ali)
Coretan : Ini harapan atau Kegelisahan Terselubung?
Manisfestasi : HMI Pohuwato Segera Hijau Hitamkan Kampus dan Daerah Pohuwato
(HIJAUHITAMKU) Wahai Keluarga Hijau Hitam Pohuwato mari sama-sama kita merenung sejenak sudah apa yang kita berikan untuk organisasi ini, apakah lepas di Basic kita lepaskan bendera ini dengan penuh keangkuhan dan rasa tidak bertanggung jawab.
Kembalilah pada tujuan bersama kita yang sering diterpa pada saat Basic yakni "Terbinanya Insan Akademis Pencipta Pengabdi Yang Bernapaskan Islam dan Bertanggungjawab atas terwujudnya Masyarakat Adil Makmur Yang Di Ridhoi Allah SWT"
Dimana kawan-kawan apakah darah hijau hitam sudah tidak mengalir lagi dalam jiwa teman-teman, memang Hijau Hitam tidak bisa memberikan teman apa-apa namun tiada lain ini bicara soal amanah organisatoris, HMI bukan hanya milik segelintir atau sekelompok orang yang memiliki kepentingan, HMI Milik kita bersama dan Rumah kita bersama untuk berproses bersama mewujudkan 5 Kualitas Insan Cita yang telah diwariskan para pendahulu kepada kita.
Oleh sebab itu kembalilah teman-teman menengok kebelakang, kesamping, kebawah, bahkan keatas apakah yang harus di banggakan. Lagi DI HMI Pohuwato kalau semua orang cuek dan tak mau lagi mengurusinya.
Ingat HMI bukan setingkat organisasi yang baru-baru HMI telah teruji dan harus dibangun bersama dengan kesolidan dan penuh jiwa raga serta keikhlasan, biarlah Allah yang mengetahui Imbalan dibalik kita berproses di HMI.
Jika teman-teman pernah menjadi korban dari ketidakbenaran orang-orang didalam HMI Pohuwato, janganlah teman-teman menyerah dan putus asa, sebab jika kita ingin perubahan dan kembali ingin sama-sama berposes di HMI buang Kecil Hati, Buang Ego Panatisne, serta bedakan mana oknum da organisasi, ingat HM tak pernah berdusta sudah banyak orang-orang besar yang dilahirkan di wadah ini, lantas mengapa kita acuh tak acuh dengan wadah ini, Kembalilah Kejalan yang Benar teman-teman Jalan yang sama-sama kita perjuangkan dan untuk kemajuan bersama.
Jangan biarkan HMI Pohuwato dipandang orang terpuruk dan tak bernyali lagi, para penbawa HMI bahkan mereka para pejuang HMI bisa berada di Pohuwato tidak mengharapkan balasan apa-apa, yang mereka inginkan kita sebagai generasi penerus agar bisa solid, akur serta bersama-sama membangun HMI Pohuwato yang maju dan menbanggakan semua orang utamanya bagi diri kita sendiri.
Apakah teman-teman tidak iri betapa solid dan akurnya mereka yang jelas-jelas bukan lawan kita, dan mereka mulai membangun basis serta berusaha memberikan kontribusi yang nyata bagi daerah bumi panua, HMI Pohuwato dimana, HMI Pohuwato saat ini sedang tertidur lelap dan bersandiwara dengan mimpi serta terpuruk oleh Dinamikaa politik internal yang tiada memberikan manfaat bagi HMI itu sendiri.
Menyesali Bukan Solusi, Memarahi Bukan Solusi, Mendendam Bukan Solusi, Tapi Kembali dan Sama" kita perbaiki HMI Pohuwato yang cinta akan Konstitusi dan Paham akan nilai-nilai tanggungjawab Tujuan Insan Cita dan Independensi.
#Bangkitlah_HMIPohuwato
#MenujuKemajuanBersama
#
By Santo AliManisfestasi : HMI Pohuwato Segera Hijau Hitamkan Kampus dan Daerah Pohuwato
Kembalilah pada tujuan bersama kita yang sering diterpa pada saat Basic yakni "Terbinanya Insan Akademis Pencipta Pengabdi Yang Bernapaskan Islam dan Bertanggungjawab atas terwujudnya Masyarakat Adil Makmur Yang Di Ridhoi Allah SWT"
Dimana kawan-kawan apakah darah hijau hitam sudah tidak mengalir lagi dalam jiwa teman-teman, memang Hijau Hitam tidak bisa memberikan teman apa-apa namun tiada lain ini bicara soal amanah organisatoris, HMI bukan hanya milik segelintir atau sekelompok orang yang memiliki kepentingan, HMI Milik kita bersama dan Rumah kita bersama untuk berproses bersama mewujudkan 5 Kualitas Insan Cita yang telah diwariskan para pendahulu kepada kita.
Oleh sebab itu kembalilah teman-teman menengok kebelakang, kesamping, kebawah, bahkan keatas apakah yang harus di banggakan. Lagi DI HMI Pohuwato kalau semua orang cuek dan tak mau lagi mengurusinya.
Ingat HMI bukan setingkat organisasi yang baru-baru HMI telah teruji dan harus dibangun bersama dengan kesolidan dan penuh jiwa raga serta keikhlasan, biarlah Allah yang mengetahui Imbalan dibalik kita berproses di HMI.
Jika teman-teman pernah menjadi korban dari ketidakbenaran orang-orang didalam HMI Pohuwato, janganlah teman-teman menyerah dan putus asa, sebab jika kita ingin perubahan dan kembali ingin sama-sama berposes di HMI buang Kecil Hati, Buang Ego Panatisne, serta bedakan mana oknum da organisasi, ingat HM tak pernah berdusta sudah banyak orang-orang besar yang dilahirkan di wadah ini, lantas mengapa kita acuh tak acuh dengan wadah ini, Kembalilah Kejalan yang Benar teman-teman Jalan yang sama-sama kita perjuangkan dan untuk kemajuan bersama.
Jangan biarkan HMI Pohuwato dipandang orang terpuruk dan tak bernyali lagi, para penbawa HMI bahkan mereka para pejuang HMI bisa berada di Pohuwato tidak mengharapkan balasan apa-apa, yang mereka inginkan kita sebagai generasi penerus agar bisa solid, akur serta bersama-sama membangun HMI Pohuwato yang maju dan menbanggakan semua orang utamanya bagi diri kita sendiri.
Apakah teman-teman tidak iri betapa solid dan akurnya mereka yang jelas-jelas bukan lawan kita, dan mereka mulai membangun basis serta berusaha memberikan kontribusi yang nyata bagi daerah bumi panua, HMI Pohuwato dimana, HMI Pohuwato saat ini sedang tertidur lelap dan bersandiwara dengan mimpi serta terpuruk oleh Dinamikaa politik internal yang tiada memberikan manfaat bagi HMI itu sendiri.
Menyesali Bukan Solusi, Memarahi Bukan Solusi, Mendendam Bukan Solusi, Tapi Kembali dan Sama" kita perbaiki HMI Pohuwato yang cinta akan Konstitusi dan Paham akan nilai-nilai tanggungjawab Tujuan Insan Cita dan Independensi.
#Bangkitlah_HMIPohuwato
#MenujuKemajuanBersama
#
By Santo AliManisfestasi : HMI Pohuwato Segera Hijau Hitamkan Kampus dan Daerah Pohuwato
Minggu, 07 Mei 2017
PERSEPSI : Reformasi Birokrasi Harus Terkendali dan Tepat Sasaran
PERSEPSI : Reformasi Birokrasi di Bumi Panua Harus Terkendali dan Tepat Sasaran
Dalam buku Kwik Kian Gie yang berjudul ;;”Nasib Rakyat Indonesia Pasca Era Kemerdakaan” penulis Reformasi Birokrasi di dalamnya bukunya ia mengatakan bahwa Reformasi birokrasi adalah hal yang sangat lazim dilakukan dinegara negara maju. Istilah yang baku adalah manajemen audit and reorganisasion.
Yang menyebabkan reorganisasi pemeritahan dilakukan secara terus-menerus adalah berlakunya the law Parkiston yang mengatakan bahwa organisasi selalu membengkak, sehingga mulai titik tertentu, organisasi sudah kebanyakan karyawab, yang menbuat banyak karyawan kekurangan pekerjaan.
Mereka mulai “mencipatakan” tugas-tugas yang tidak diperlukan. Hasilnya adalah banyaknya pekerjaan yang tidak perlu dan itu menghambat arus pekerjaan yang satu dengan pekerjaan lanjutannya. Kecuali itu juga banyak tugas yang tumpah tindih, sehingga mengakibatkan kebingungan, perdebatan, yang akhirnya memacetkan sama sekali pekerjaan yang harus diselesaikan sebagai contoh di Perencanaan Pembangunan MRT di Jakata sudah dimulau 26 tahun yang lalux yang beberapa bulan sebelum ini ditulis (tahun 2013) baru dimulai pengerjaannya.
Maka berangkat dari deskripsi diatas penulis dapat menarik sedikit benang merahnya bahwa pemerintah harus benar-benar memantapkan Manajemen Sumber Daya Manusia Reformasi Birokrasi Di Kabupaten Pohuwato, karena selama ini sesuai pengamatan penulis bahwa sebagian birokrat Kabupaten Pohuwato saat ini telah mengalami penyakit Megalomaniak “Penyakit Pemikiran yang menginginkan hal yang besar sementara ia tidak menyanggupinya”.
Mengapa Pemerintah Harus mantap atau strategis mengkaji secara memprioritaskan manajemen sumber daya manusia dalam hal reformasi birokrasi? Karena dengan hal ini dapat mengurangi pemborosan waktu yang terbuang sia-sia yang seharusnya difokuskan pada suatu bidang yang ditekuninya hari ini yang terjadi adalah dimana ia bisa mampu dilihat punya keberanian mengeksekusi itulah dia yang ditunjuk dalam menempati posisi jabatan pada suatu bidang sementara ia tidak punya pengalaman tentangnya baik secara akademik maupun secara praktis dilapangan, bukankah syariat Islam mengajarkan kita untuk tidak mengerjakan sesuatu yang kita tidak ketahui pengetahuan tentangnya.
Daerah paling barat di provinsi gorontalo yang sering dijuluki Bumi Panua ini harus segera dan secepatnya merancang maupun merencanakan MSDM Reformasi Birokrasi, sebab kalau hanya jalan ditempat dan posisinya dari periode keperiode pemerintahan tetap sama dimana disebut kemajuan, logikanya begini seorang tukang kayu tidak mungkin kita lepas dilautan untuk mencari ikan, atau contoh lain seorang dokter gigi yang praktikum diposisikan pada suatu jabatan struktural, lalu siapa yang akan mendalami persoalan gigi kalau seorang dokter gigi tadi yang hanya biasa mengatur bagaimana tentang gigi dijadikan seorang pimpinan dalam sebuah bidang atau jabatan tertentu.
Selain itu Pemerintah harus memprioritaskan rekomendasi para generasinya untuk lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) agar mengambil jurusan sesuai dengan kebutuhan daerah seperti pertambangan yang kini pertambangan kita telah dikuasai oleh perusahaan luar, yang lain seperti ahli produksi hasil perkebunan dalam bentuk holtikultura dimana bahwa saat ini Pohuwato juga berpotensi menghasilkan tanaman holtikultura seperti kacang panjang namun karena kita tidak banyak mengetahui bagaimana cara mengolahnya dari tanaman basah menjadi tanaman yang diproduksi dan bisa di jual dalam kemasan lain.
Pemerintah harus mempokuskan menggali potensi daerah selain jagung,kelapa, coklat, cengkeh, masih banyak potensi dalam hal sumber daya pertanian yang bisa dimanajemen dan akan mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan selalu menggali terus potensinya dan dapat meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat.
Reformasi Birokrasi harus berefek pula pada bagaimana terwujudnya Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) pada pertambangan jika tidak Reformasi Birokrasi tak banyak manfaatnya apalagi ini berkaitan dengan nasib penambang lokal yang sudah berpuluh-puluh tahun mengadu nasib pada pekerjaan sebagai penambang, dan Pemerintah Daerah Harus Mendata para penambang dan diberikan Asurasi jika terjadi apa-apa pemerintah daerah yang harus menanggungnya, karena mereka bukan orang lain melainkan rakyat bumi panua yang sangat-sangat membutuhkan sentuhan nyata dari pemerintah, kalau perlu semua buruh baik itu buruh penambang, pasar, perusahaan dan lain-lain harus diadakan Rancangan Peraturan Daerah (RANPERDA) Tentang Dana Tunjangan Bagi Petani, Pekebun, Nelayan dan Pemambang di Kabupaten Pohuwato.
Singkat tulisan ini bukan menggurui akan tetapi ini hanyalah ekspresi penulis dalam menuangkan gagasannya dalam bentuk deskripsi yang mungkin terlalu dalam pengetahuan pembaca sehingga menganggap tulisan ini mudah dan bisa dibuat oleh siapa saja.
Sebagaimana pesan salah satu sahabat Nabi mengatakan
“Ikatlah lmu denga Tulisan” ( Syech Syadina Ali)
Langganan:
Postingan (Atom)
















